

Seni (10 tahun) seharusnya masih bermain seperti anak seusianya. Namun sejak ditinggalkan kedua orang tuanya tanpa kabar, ia harus menjadi harapan satu-satunya bagi nenek yang sakit dan adik kecilnya.

Setiap pulang sekolah, Seni tidak punya waktu untuk istirahat. Ia keliling menjajakan pisang coklat dan martabak telur, berharap dagangannya laku agar bisa membeli makan untuk keluarganya hari itu.

Sayangnya, hidup tak selalu berpihak. Dagangannya sering sepi, bahkan pernah uang hasil jualannya sebesar Rp20.000 hilang begitu saja. Padahal itulah satu-satunya harapan agar nenek dan adiknya bisa makan hari itu.
Saat ini Seni bersama nenek dan adiknya tinggal di kontrakan kecil yang jauh dari kata layak. Dengan kondisi nenek yang semakin sakit dan kebutuhan hidup yang terus berjalan, Seni sering merasa kewalahan menjalani semua ini sendirian.

Seni adalah satu dari banyak anak yang hidupnya jauh dari kata bahagia. Di usia 10 tahun, ia sudah berjuang sendirian demi makan nenek dan adiknya. Sekarang giliran kita yang bantu


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik