Tidak semua anak memulai hidup dengan kemudahan. Rais, seorang anak yatim, harus menghadapi kenyataan pahit sejak kecil menjalani hari tanpa kedua tangan, namun tetap belajar bertahan dengan keberanian yang luar biasa.
Dalam kesehariannya, hal-hal sederhana yang biasa dilakukan banyak orang seperti makan, mengenakan pakaian, hingga menulis, menjadi perjuangan berat bagi Rais. Tanpa tangan, ia harus belajar melakukan semuanya dengan menggunakan kakinya.

Meski penuh keterbatasan, Rais tak pernah berhenti mencoba. Dengan ketekunan dan semangat yang luar biasa, ia terus melatih diri agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Kondisi tersebut tidak memadamkan tekadnya untuk terus belajar dan berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Sebagai bentuk kepedulian, beragam bantuan diberikan meliputi paket sembako, school kit, beasiswa pendidikan, serta pemodalan usaha untuk mendukung kemandirian Rais dan keluarganya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup sekaligus membuka peluang agar Rais dapat terus berkembang sesuai dengan kemampuannya.
Mimpi terbesar Rais begitu sederhana, ia ingin hidup mandiri tanpa harus terus merepotkan orang lain. Semoga bantuan dan doa dari para dermawan menjadi penguat langkah Rais dalam meraih cita-citanya dan menjalani hidup dengan lebih layak dan bermartabat.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Amanah Kebaikan Insani






