
“Badan Abah sudah nggak kuat, sering sakit juga. Tapi Abah tetap harus usaha, karena di rumah ada istri yang harus Abah nafkahi”

Di usia yang sudah tak lagi muda, Abah Jumha (53) masih harus berjalan dari kampung ke kampung untuk menjajakan opak. Setiap bungkus opak dijual seharga Rp3.000. Dagangan itu pun bukan milik Abah sendiri, melainkan dititipkan untuk dijual kembali demi mendapatkan sedikit penghasilan. Abah sering merasa tidak enak badan dan mengaku sedang masuk angin. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Abah berhenti berjualan dan tetap berusaha melanjutkan perjalanan menjajakan opaknya. Terlebih, Abah harus mendorong sepeda yang digunakan untuk berjualan karena bannya sering kempes di tengah perjalanan.

Namun, Abah tetap berusaha melanjutkan jualannya sampai opak yang dibawa habis terjual. Sebab, di rumah ada sang istri yang sedang berjuang melawan penyakit rematik menahun. Kondisinya membuat sang istri kesulitan bergerak dan tak lagi kuat berjalan jauh. Pasti berat menjalani hari-hari seperti itu. Di saat tubuh sendiri sudah tak sekuat dulu, Abah masih harus menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua. Meski begitu, Abah tetap memilih berjalan dan berjualan, karena bagi Abah, sekecil apa pun penghasilan yang didapat tetap berarti untuk melanjutkan hidup bersama sang istri.
Yuk, bantu ringankan langkah Abah Jumha. Dukunganmu bisa menjadi penguat bagi Abah dan sang istri agar mereka tidak harus menghadapi beratnya kehidupan seorang diri. Mari hadir dan bantu penuhi kebutuhan mereka melalui Ruang Kita Peduli.

![]()
Belum ada Fundraiser