

Ozil (8 tahun) adalah anak tengah dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama ibu, kakaknya Revan (14 tahun), dan adik kecilnya. Sejak ayah mereka pergi, semua tanggung jawab keluarga sedikit banyak jatuh di pundak ibu, yang berjuang sendiri mengurus rumah dan anak-anak.

Tak tega melihat ibu yang berjuang sendiri, Ozil rela mengambil peran membantu ekonomi keluarga. Kini tiap pulang sekolah, tak ada lagi waktu bermain atau bahkan makan siang, ia harus ‘bertarung’ menghadapi dunia nyata demi bertahan hidup.

Setiap hari, Ozil berkeliling kampung menjajakan telur asin. Kadang ia berhenti di depan rumah, berharap ada yang membeli. Naasnya sering kali tidak laku, sementara kebutuhan pokok seperti beras sudah habis. Lapar dan lelah terasa, tapi Ozil tetap sabar demi keluarganya.
Di sisi lain, kakaknya Revan juga berusaha semampunya. Ia ikut berjualan peyek untuk menambah penghasilan, tapi kebutuhan rumah tangga tetap jauh lebih besar daripada yang bisa mereka penuhi
Ozil sudah berjuang sekuat tenaga demi membantu keluarganya, tapi anak seusianya tak seharusnya menanggung beban sebesar ini sendirian. Yuk, bantu ringankan langkah kecil Ozil, agar ia bisa tetap sekolah, makan cukup, dan terus mendukung keluarganya di usianya yang baru 8 tahun. Sedikit dari kita, berarti harapan besar bagi Ozil.


![]()
Belum ada Fundraiser