Setiap hari, Nadira berkeliling kampung menjajakan cimol titipan tetangga. Bersama sang adik, Jibril, ia berjalan dari rumah ke rumah, berharap ada yang membeli. Dari penghasilan sekitar Rp15.000, mereka sisihkan untuk makan dan bekal sekolah.
Namun, tak jarang hasil itu tak cukup. Bahkan pernah, mereka hanya menahan lapar seharian dengan minum air putih karena tak ada lagi beras di rumah. Meski perih, Nadira tetap memilih tersenyum di depan adik-adiknya.

Alhamdulillah, bantuan datang di waktu yang tepat.
Berkat kebaikan #OrangBaik, Nadira dan kedua saudaranya menerima bantuan berupa sembako, modal usaha ternak domba, perlengkapan sekolah, tabungan pendidikan, serta biaya khitan untuk Jibril.
Bantuan ini menjadi titik awal harapan baru bagi mereka untuk menjalani hari dengan lebih baik.


Arsil, Nadira, dan Jibril bersama keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang telah diberikan. Doa tulus mereka panjatkan, semoga seluruh kebaikan para donatur dibalas dengan keberkahan, kesehatan, dan rezeki yang dilipatgandakan.
Terima kasih #OrangBaik, karena telah mengubah lapar menjadi harapan.








