

Kenalkan, Nenek ini bernama Mak Rizi (72 th). Tiap hari beliau jalan keliling kampung nawarin sayur dari rumah ke rumah. Panas, hujan, pegal, lapar… tetap dilawan.

Keuntungan hariannya? Kadang cuma Rp10.000. Tapi ini bukan soal capek yang paling berat. Yang paling berat itu justru yang nunggu di rumah. Di rumah kecil itu, ada cucunya Davin, 10 tahun. Sejak umur 4 tahun, Davin lumpuh total. Gak bisa duduk, gak bisa bicara, gak bisa berdiri. Tubuhnya terus tumbuh besar, tapi tetap terbaring diam. Ayahnya meninggal karena kecelakaan. Ibunya menghilang entah ke mana.
Tinggallah Mak Rizi sendirian, mengganti popok, menyuapi makan, kasih obat, dan memandikan. Semua dilakukan sendiri dengan tangan renta dan tulang yang makin rapuh, ia tetap bertahan. Karena bagi Mak, “yang penting cucunya bisa lanjutkan kehidupan”
Kadang Mak pulang tanpa hasil. Sayur gak laku. Uang gak ada. Popok habis. Obat pun tinggal sisa. Dan saat malam tiba, Mak cuma bisa peluk Davin erat-erat, sambil berdoa “Ya Allah, cukupkan hari ini… cukup buat makan dan beli obat cucuku.”
Mak Rizi cuma pengin bisa tetap jualan tanpa harus ninggalin Davin sendirian di rumah. Harapan terbesarnya cuma satu punya warung kecil di depan rumah. Supaya ia bisa tetap cari uang, tapi tetap jaga cucunya di sisinya. #KerabatPeduli berkenankah tuk wujudkan harapan mak rizi?

![]()
Belum ada Fundraiser