
"Kalau bukan erlan, siapa lagi yang urus kakek?” ucapnya menahan nyeri sendi di kaki yang sering terkilir
Sejak sang kakek alami kaki gajah, Erlan (15 th) jadi tumpuan keluarga. Meski lahir dengan kaki bengkok, ia lanjut berjuang mencari nafkah dengan berjualan obat herbal. Erlan berjalan terpincang-pincang di jalanan desa, menenteng bungkusan kecil berisi obat herbal seharga 5ribu rupiah.
Dengan kaki yang bengkok sejak lahir, setiap langkah terasa nyeri. Namun ia tahu, setiap langkahnya adalah cara untuk mempertahankan hidup dan merawat satu-satunya keluarga yang tersisa, sang kakek.

Erlan yatim piatu dan difabel, ditinggal ayahnya sejak masih bayi dan ditinggal ibunya karena malu memiliki anak berketerbatasan. Sejak kecil, Erlan hanya mengenal kasih sayang dari kakek dan neneknya.
Tapi setelah sang nenek meninggal, kini ia hanya hidup berdua dengan Kakek Andreas, yang mengidap penyakit kaki gajah. Sementara kakinya sendiri semakin lemah, Erlan tetap berusaha kuat karena tak ada lagi tempat untuk bergantung selain satu sama lain.

Setiap hari, ia berkeliling menjajakan obat herbal racikan tradisional. Obat itu dibuat dari bahan-bahan yang didapat dari hutan, lalu ia jual untuk menambah biaya makan dan sekolah. Tapi, hasilnya sering tak seberapa, kadang hanya laku satu atau dua bungkus saja. Erlan tetap terus berjualan, ia tahu bahwa kakeknya yang sakit hanya bisa bergantung padanya.
Di usia remajanya, Erlan menjadi tulang punggung keluarga di tengah keterbatassan fisik dan ekonomi. Erlan hanya berharap bisa terus sekolah sambil merawat kakeknya.

Yuk, bantu Erlan tetap bisa merawat kakeknya. Bantuanmu akan jadi penopang langkah kaki Erlan agar ia bisa terus berjalan, belajar, dan berbakti pada satu-satunya keluarga yang ia punya.

![]()
Belum ada Fundraiser