
"Jae mau bikin ibu bangga di surga, kalo liat Jae bahagia pasti ibu bahagia juga"
Jaenudin, atau Jae, baru berusia 13 tahun. Sejak ibunya meninggal dan ayahnya pergi tanpa kembali, Jae tinggal bersama Uwa yang dengan penuh kasih merawatnya. Di usianya yang masih begitu muda, Jae sudah belajar untuk tidak terlalu bergantung pada Uwa.

Sepulang sekolah, Jae nggak langsung pulang. Ia membawa donasi seharga Rp1.000 dan berkeliling mencari pembeli. Kadang dagangannya laris, tapi tak jarang ia harus pulang dengan dagangan yang masih tersisa.
Jualan pun tidak selalu mudah. Kadang-kadang setelah berkeliling seharian, Jae akhirnya berhasil menjual dagangannya. Tapi yang bikin sedih, uang hasil jualannya malah pernah hilang.
Uang yang seharusnya bisa dibawa pulang untuk membantu Uwa dan memenuhi kebutuhan sekolahnya, hilang begitu saja. Meski kecewa, Jae tetap mencoba berjualan lagi keesokan harinya.

Apalagi Jae pernah diledek teman-temannya karena masih berjualan dan disuruh berhenti karena dianggap malu. Tapi Jae memilih mengabaikannya. Baginya, membantu Uwa lebih penting daripada gengsi. Sepatu, tas, dan kebutuhan sekolah lainnya pun harus ia usahakan sendiri.
Di tengah semua keterbatasan itu, Jae masih punya cita-cita menjadi polisi. Ia ingin terus bersekolah dan suatu hari berhasil, agar almarhumah ibunya bisa bangga melihatnya dari surga
“Jae ingin jadi polisi, supaya suatu hari nanti Ibu bisa bangga melihat Jae berhasil.”
Jae sudah berusaha sejauh ini dengan menjual donat sepulang sekolah, membantu Uwa, dan berjuang memenuhi kebutuhan sekolahnya sendiri. Kini, yuk hadir untuk meringankan perjuangan Jae. Sedikit bantuan dari kita bisa membantu memenuhi kebutuhan sekolahnya, meringankan beban Uwa, dan membuat Jae terus melangkah mengejar cita-citanya menjadi polisi.


![]()
Belum ada Fundraiser