

Dafa baru berusia 9 tahun, tapi hidupnya sudah dipenuhi ujian. Ayahnya meninggal saat Dafa masih bayi, meninggalkan ibunya sebagai satu-satunya sandaran. Namun takdir kembali menguji, ibunya terkena stroke dan lumpuh yang membuat si Ibu hanya bisa terbaring sepanjang hari

Keadaan itu memaksa Dafa menanggung beban lebih dari anak seusianya. Ia harus berjualan, merawat ibunya, dan tetap berusaha belajar setiap hari. Meski begitu, kasih sayang dan semangat juang tumbuh dari hatinya yang masih muda
Setiap hari, Dafa bangun pagi sebelum sekolah untuk mempersiapkan dagangan cilok dan cimol. Ia berjualan sepanjang perjalanan, meski hanya mendapat 15 ribu rupiah per hari. Uang itu ia gunakan untuk membeli beras, lauk, dan kebutuhan ibunya di rumah

Di sekolah, Dafa dikenal pendiam namun tekun. Buku pelajarannya hanya satu, lusuh dan penuh coretan, tapi ia menulis semua pelajaran dengan rapi. Ia percaya pendidikan adalah jalan satu-satunya untuk mengubah nasibnya dan ibunya
Dafa bukan hanya anak biasa, ia pahlawan kecil bagi ibunya. Setiap langkah kecilnya adalah perjuangan yang luar biasa, penuh ketulusan dan tanggung jawab. Ia mengajarkan kita bahwa usia bukan ukuran ketangguhan dan semangat juang
Kerabat peduli, Dafa membutuhkan uluran tangan kita untuk terus bertahan. Bantuanmu bisa meringankan beban hidupnya dan mendukung pendidikan serta kebutuhan ibunya.

![]()
Belum ada Fundraiser