


Orderan makin sepi, tapi roda kehidupan tetap harus berputar. Di balik jaket ojol yang lusuh, ada seorang ayah bernama Pak Supriatna yang selalu menggendong Zahra, anaknya yang baru berusia 3 tahun. Setiap kali motor melaju, ada tubuh kecil yang tak mampu berdiri apalagi berjalan, hanya bisa bersandar di pelukan ayahnya.
Ditinggal istri, ibu kandung Zahra menyerahkannya ke Pak Supriatna karena tidak kuat dengan kondisi ekonomi di keluarga. Pak Supriatna terpaksa merawat Zahra seorang diri.

Zahra mengalami lumpuh sejak lahir, otot tubuhnya lemah, belum bisa bicara, dan tak pernah sekalipun mendapat perawatan medis karena keterbatasan biaya. Saat nekat dibawa ke puskesmas, jawaban yang ia terima sungguh menyakitkan: “Silakan pulang, karena tak ada biaya perawatan.”
Meski hidup serba sulit, Pak Supriatna tetap memilih untuk selalu bersama Zahra. Ia hanya mengambil orderan dekat rumah agar bisa segera pulang jika Zahra rewel. Hasilnya? Penghasilannya makin seret, rata-rata hanya Rp20.000 per hari. Padahal Zahra sangat membutuhkan terapi medis supaya bisa belajar berdiri dan melangkah seperti anak-anak lainnya.

Bayangkan beratnya beban seorang ayah yang harus menafkahi keluarga sekaligus menjadi sandaran satu-satunya bagi anaknya yang sakit. Pak Supriatna hanya ingin melihat Zahra punya kesempatan untuk berjalan, berlari, dan tersenyum seperti anak lain.
Perjuangan Pak Supriatna adalah tentang kasih sayang tanpa batas seorang ayah. Ia rela mengorbankan kenyamanan, waktu, bahkan penghasilannya demi menjaga Zahra tetap dekat di pelukannya. Namun untuk membuat Zahra bisa berdiri, ia tak bisa sendiri. Yuk bantu Pak Supriatna buat Zahra bisa berdiri di langkah pertamanya

![]()
Belum ada Fundraiser