
Namanya Abah Uu , usianya 62 tahun. Setiap hari, ia masih berkeliling menjajakan pisang dan nangka titipan orang lain . Di usianya yang tak lagi muda, Abah terus berusaha mencari penghasilan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
“Kalau dagangannya nggak laku, Abah nggak punya uang untuk dibawa pulang.”

Dari dagangan yang terjual, Abah hanya mendapat bagian sekitar Rp25–30 ribu. Itu pun jika ada yang membeli. Namun, ketika dagangannya sepi, Abah bisa kesulitan mendapatkan uang hanya untuk membeli makanan.
Abah memiliki keterbatasan intelektual yang turut menjadi bagian dari kesehariannya. Terkadang, ada orang yang menontonnya ketika ia berjualan . Saat berkeliling menjajakan pisang dan nangka, Abah bahkan terlihat tidak memakai sandal. Namun, saya tetap melanjutkan langkahnya, berharap ada dagangan yang terjual.
Saat dagangan tak laku dan uang untuk membeli makanan sulit didapat, Abah harus menghadapi keadaan itu seorang diri. Tak ada istri maupun anak yang mendampingi kesehariannya. Selain berkeliling menjajakan dagangan, Abah juga mencari kayu bakar untuk dijual demi menambah penghasilan. Di balik perjuangannya, ada usaha keras untuk bertahan hidup yang mungkin tak banyak orang tahu.

Ya Allah, semoga selalu ada jalan pertolongan untuk Abah Uu.
Ruang Kita Peduli mengajak #OrangBaik untuk bersama-sama membantu meringankan kebutuhan hidup Abah agar ia bisa menjalani hari-harinya dengan lebih layak. Yuk, sisihkan sedikit rezeki terbaikmu untuk Abah Uu. Semoga kebaikan yang kita titipkan bisa menjadi penguat bagi Abah dalam menjalani hari. Terima kasih, #OrangBaik, sudah hadir untuk Abah Uu
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik