

Hari-hari Abah Ukan (71 th) kini bukan tentang menikmati masa tua, tapi tentang bagaimana caranya bisa terus bertahan. Di usia senja, Abah Ukan hidup tanpa tempat tinggal tetap, berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa kepastian

Setiap hari, Abah membawa gulungan poster dan menjajakannya keliling jalanan. Dengan langkah pelan dan tubuh yang rapuh, ia berharap ada yang membeli agar bisa makan hari itu. Satuannya hanya sekitar Rp4.000, untungnya sangat kecil, tapi dari situlah Abah menggantungkan harapan agar perutnya bisa terisi.

Namun di zaman yang semakin modern ini, orang-orang sudah jarang berminat membeli posternya. Jualannya pun sulit laku, hingga untuk beli makan saja Abah sangat kesulitan.

Asam urat yang diderita juga sering kambuh, membuat setiap langkah terasa nyeri. Namun Abah tetap melangkah, karena ia tahu jika berhenti, ia tak punya cara lain untuk bertahan hidup
Abah sudah terlalu lama memikul beban tanpa tahu kapan akan selesai. Seandainya ini terjadi pada orang terdekat kita, hati pasti ikut tergerak. Ruang Kita Peduli mengajakmu untuk berbagi kebaikan untuk Abah Ukan, agar hidupnya bisa sedikit lebih layak. Yuk, sisihkan rezeki terbaikmu hari ini


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik