
Buat Abah Ace (73th), hal yang paling menakutkan dimasa tuanya adalah kehilangan tempat tinggal. Kontrakan sederhana yang ia tempati kini terancam karena tunggakan. Hidup di usia senja seharusnya bisa lebih tenang, tapi bayangan diusir dari kontrakan membuatnya terus gelisah.

Setiap hari Abah Ace tetap berjualan kopi keliling. Dengan tubuh renta, ia mengayuh sepedanya sambil menyusuri jalanan. Tapi kerja kerasnya tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Pernah suatu kali ia ditipu pembeli, kopinya dibawa lari tanpa dibayar. Meski begitu, Abah tidak pernah berhenti, karena baginya lebih baik lelah di jalan daripada hanya berdiam diri.
Penghasilan bersih Abah Ace hanya sekitar 10 ribu sehari. Dari uang sekecil itu, ia masih harus memutar modal untuk tetap bisa berjualan. Pilihan paling realistis baginya adalah mendahulukan kebutuhan makan sehari-hari. Maka, tunggakan kontrakan pun tak terelakkan.

Kini, tunggakan itu semakin menumpuk dan ancaman nyata terusir dari kontrakan sudah di depan mata. Abah Ace sudah tidak lagi sekuat dulu ketika pekerjaan apapun bisa ia lakukan. Meski kesehatannya kerap menurun, ia tetap berjuang menjajakan kopi demi bisa bertahan hidup. Realitanya, semangat saja tidak cukup jika penghasilan tak pernah bisa menutup kebutuhan.
#KerabatPeduli mari kita ulurkan tangan untuk bantu Abah Ace selamat dari pengusiran kontrakan. Dengan sedikit bantuan, kita bisa membekali Abah modal usaha agar ia bisa tetap berjualan tanpa terus-menerus terhimpit tunggakan. Dukungan kita hari ini bisa jadi alasan Abah untuk tetap berdiri dengan penuh harapan esok hari.

![]()
Belum ada Fundraiser