Di balik senyapnya bangunan sederhana Panti Cahaya Qolbun Salim, tersimpan kisah perjuangan anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Panti yang dibina oleh Pak Tedi, seorang guru honorer, sebelumnya belum memiliki sarana yang memadai. Anak-anak harus tidur berhimpitan di atas karpet tipis tanpa alas yang layak, tanpa selimut, hanya beralaskan sarung lusuh atau saling menempelkan tubuh kecil mereka untuk mengusir dingin.
Saat hujan turun, kondisi semakin memprihatinkan. Atap yang bocor membuat lantai menjadi becek, sementara anak-anak tak memiliki tempat lain untuk berlindung. Namun di tengah keterbatasan itu, semangat untuk terus bertahan dan belajar tak pernah padam.


Alhamdulillah, bantuan pembangunan mulai disalurkan berupa material bangunan seperti semen, pasir, bata, kaso, besi, dan papan untuk mendukung pembangunan asrama panti. Hingga saat ini, proses pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen dan terus berjalan secara bertahap.

Pengelola panti menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan yang sangat dibutuhkan tersebut. Mereka berharap, dengan terbangunnya asrama yang lebih layak, anak-anak panti dapat tinggal dengan lebih aman, nyaman, dan terlindungi.
Doa pun dipanjatkan untuk para donatur, semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan bagi semua pihak yang telah peduli terhadap masa depan anak-anak Panti Cahaya Qolbun Salim.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Salam Mukti Foundation








