

Inilah yang dialami Tari dan Rizki.
Sepulang sekolah, Tari harus berdiri menjual keripik di depan minimarket demi bisa membawa pulang sesuatu. Namun dagangannya sering tak laku, hingga ia harus menahan lapar. Hari-hari tanpa makan pun bukan hal yang asing baginya.
Di rumah, ibunya hanya bisa terbaring karena stroke. Semua kebutuhan bergantung pada Tari, meski dirinya sendiri sering kekurangan. Dalam kondisi seperti itu, ia tetap bertahan, karena hanya dirinya yang bisa diandalkan.

Di sisi lain, ada Rizki. Remaja difabel yang tetap berjalan keliling menjual minuman demi ibunya yang sakit. Langkahnya terbatas, tapi tanggung jawabnya begitu besar. Meski sering pulang tanpa hasil, ia tetap bertahan demi keluarganya.
Tak semua anak punya kesempatan tumbuh dengan cukup dan layak. Di tengah keterbatasan, mereka tetap berjuang membantu keluarga, meski kebutuhan pangan sehari-hari sering belum terpenuhi.

Spesial momen Iduladha, Ruang Kita Peduli mengajak Kerabat semua untuk menghadirkan kebahagiaan dengan mengirimkan bantuan daging qurban untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Tari, Rizki, dan anak dhuafa lainnya.

![]()
Belum ada Fundraiser