"Bahkan Jika ada waktu 28 jam pun saya siap bekerja non stop demi keluarga saya" - Ungkap Pak Asep.

Pak Asep Anwar Maulana adalah seorang Ayah yang baru saja berbahagia melihat 2 bayinya dilahirkan ke dunia, namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama ketika melihat bokong Nadia & Nadira saling menyatu.
Beliau hanya seorang guru honorer yang tengah berjuang keras untuk mengumpulkan dana yang sangat besar demi anaknya bisa tetap berobat dan operasi, namun penghasilannya jauh dari cukup.
"Yah.... Sudah menjadi rahasia umum penghasilan Seorang Guru Honorer itu berapa ya pak" Ungkap Pak Asep sembari menghela nafas

Pak Asep yang penuh kasih sayang, tak pernah berhenti berjuang. Berharap dan berdoa agar ada keajaiban bagi kedua putri kecilnya.
Setiap hari, dia bolak-balik dari Puskesmas dan RS, menantang keterbatasan finansialnya demi kesehatan Nadia dan Nadira yang harus kontrol karena kelainan kembar siamnya.

Saat ini Pak Asep mencari penghasilan tambahan dari mulai bertani, menjadi supir ambulance desa hingga berdagang kepada murid-muridnya di sekolah, semua itu demi keluarga kecil terutama demi kedua anaknya bisa tetap bertahan hidup.
Semua pekerjaan tersebut sudah Pak Asep lakukan namun hanya ratusan ribu saja stiap bulan ia dapatkan, sangat jauh nominal yang ia dapatkan dengan kebutuhan operasi kedua anaknya yang dokter bilang mencapai 1,7M.

Sang Istripun, dengan penuh kasih, tak henti memberi support untuk Pak Asep, mencurahkan segala cinta dan perhatian untuk kedua putrinya. Kondisi ini mengharuskan mereka mendapatkan bantuan dari pihak yang lebih mampu, karena tanpa operasi, kedua anak ini akan terus hidup berdempet dan tidak bisa menjalani kehidupan yang normal.

Gambaran pilu ini menggugah hati siapa pun yang mendengarnya. Mari kita bersama-sama ulurkan tangan, berkontribusi dalam penggalangan dana untuk memberikan semangat bagi Pak Asep serta harapan bagi keluarganya dan masa depan yang lebih baik bagi kedua anaknya Nadia dan Nadira.

Salam Hangat
Ruang Kita Peduli
Instagram, Facebook, Tiktok: @ruangkitapeduli
website: ruangkitapeduli.org
Baca selengkapnya ▾