Setiap Hari Pak Ujang Menggendong Intan yang Lumpuh Saat Bekerja
Pak Ujang (50) adalah tukang sol sepatu keliling. Setiap hari, dari pukul 7 pagi hingga 6 sore, ia berjalan kaki sejauh ±6 kilometer. Bukan sendirian—Pak Ujang bekerja sambil menggendong anak bungsunya, Intan (6,5 tahun), yang mengalami kelumpuhan total.
Intan sering digendong di punggung ayahnya, meski tubuh kecilnya lemah dan mudah muntah karena kelelahan. Pak Ujang tahu itu berat bagi Intan, tapi ia tak punya pilihan lain.
Istri Pak Ujang, Bu Kokom (47), bekerja sebagai buruh tani jika ada panggilan. Saat Bu Kokom bekerja, ia pun harus ikut menggendong Intan. Mereka bergantian membawa Intan ke mana pun pergi, karena tak ada yang bisa menjaganya di rumah.

Intan mengalami kelumpuhan sejak usia 5 bulan, setelah demam tinggi dan kejang hebat. Sejak saat itu, saraf motorik tangan, kaki, dan sebagian tubuhnya rusak. Hingga kini, Intan tidak bisa berjalan, berbicara, bahkan bergerak, dan masih mengalami kejang hingga 3 kali sehari—mulut berbusa, tubuh melipat, bahkan berdarah.
Karena keterbatasan biaya, Intan berhenti berobat dan terapi sejak usia 3 tahun. Kini usianya hampir 7 tahun, tubuhnya semakin kurus dan kaku, sementara kondisinya terus memburuk.

Penghasilan Pak Ujang hanya sekitar Rp30.000 per hari. Bu Kokom mendapat sekitar Rp60.000 jika ada yang mempekerjakan. Padahal kebutuhan Intan sangat besar:
Mereka juga harus membayar kontrakan Rp500.000 per bulan dan listrik. Di rumah, tinggal pula nenek Intan (84 tahun) yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan.

Harapan Sederhana Keluarga Pak Ujang
Pak Ujang dan Bu Kokom menyimpan dua harapan besar:
-
Kursi roda khusus untuk Intan, agar ia tak terus terbaring
-
Modal usaha warung kecil, supaya mereka tak perlu lagi membawa Intan panas-panasan saat bekerja
Harapan mereka sederhana, tapi terasa sangat jauh dengan kondisi ekonomi saat ini.
Perjuangan keluarga ini adalah potret cinta orang tua yang tak pernah menyerah, meski hidup terus menguji.
Yuk Saatnya kita bantu, Berapa pun donasi yang Sahabat Kebaikan berikan, sangat berarti untuk meringankan beban keluarga Pak Ujang terutama untuk Intan.


Baca selengkapnya ▾