

Langkahnya pincang, jalannya tertatih. Namun setiap hari Pak Dedek tetap keluar rumah, berkeliling kampung menjajakan buku dan Iqro. Bukan demi dirinya sendiri, melainkan demi anak-anak santri yang menunggu pelajaran dan makanan di pesantren kecil yang ia rawat.


Pa Dedek adalah guru ngaji dengan keterbatasan fisik. Ia tidak memiliki gaji tetap, tidak pula honor bulanan. Penghasilannya bergantung pada dagangan yang laku hari itu. Sering kali, hasil jualannya hanya cukup untuk membeli mie instan yang dimakan bersama para santri.

Kerabat, hari ini mungkin kita bisa makan dengan mudah. Tapi di pesantren kecil Pak Dedek, anak-anak santri sering hanya makan mie instan karena itulah yang mampu dibeli dari dagangan yang laku.
Jika hari ini tidak ada yang membantu, mereka bisa kembali menahan lapar.
Mari ambil bagian hari ini. Bantu penuhi kebutuhan makan santri agar mereka bisa tetap belajar Al-Qur’an tanpa harus memikirkan perut yang kosong.


![]()
Belum ada Fundraiser