

Tubuhnya mungil, parasnya manis, tapi siapa sangka cobaan hidupnya begitu berat. Meisya, 13 tahun, harus menerima kenyataan pahit karena sebuah kecelakaan yang membuatnya tak bisa berjalan normal lagi. Sejak itu, geraknya terbatas, namun semangat hidupnya tak pernah padam


Keterbatasan fisik tak menghentikan Meisya untuk tetap bermimpi. Meski langkahnya tak seperti anak-anak lain, ia terus berusaha menjalani hari dengan tegar. Bagi Meisya, hidup bukan tentang apa yang hilang darinya, tapi tentang apa yang masih bisa ia perjuangkan
Tapi sayang cobaan terus datang, ayahnya meninggal dunia, kini Meisya pun hanya hidup bersama sang ibu yang menderita sakit batu ginjal. Kondisi ibu yang sering lemah membuat Meisya rela menggantikan peran mencari nafkah, meski usianya masih sangat belia

Setiap pulang sekolah, Meisya merangkai bunga kawat bulu hasil kreasinya sendiri. Ia belajar secara otodidak dari youtube dan menjualnya demi biaya hidup dan pengobatan sang ibu.
“Kalau bunganya laku, uangnya buat obat Ibu,” ucap Meisya lirih.
Sayangnya, bunga-bunga itu sering sulit terjual, bahkan tak laku sama sekali
Meski berat, Meisya tak pernah menyerah. Ia terus berjuang semampunya, demi membawa ibunya berobat dan menjalani hidup yang lebih layak. Kerabat, mari ringankan perjuangan si kecil, Meisya, agar ia tak perlu memikul beban hidup sendirian


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik