
“Modal jualan mochi dari hasil jual jambu kak..uangnya dikasihin ke Ibu biar bisa diputar jualan lagi” Sebut Dimas malu-malu
Pulang sekolah Dimas (12) dengan langkah kecil menenteng kotak mochi, bukan hasil jajan, tapi untuk dijual. Ia duduk di kelas enam SD, namun pikirannya sudah dipenuhi satu hal, bagaimana hari ini bisa bantu keluarga makan.

Dimas mulai berjualan sejak kelas empat. Ia memiliki kesulitan berbicara dan merespons, membuatnya sering dianggap lambat. Meski begitu, ia berjalan dari rumah ke rumah, menawarkan mochi seharga 2 ribu rupiah per potong.
Tangannya sering sakit karena beratnya kotak dagangan, tapi ia tetap melangkah. Ia berusaha menjual sebanyak mungkin, kadang dapat 60 ribu, kadang hanya 30 ribu.

Di rumah kontrakan sederhana, keluarga Dimas bergantung pada hasil jualannya. Kontrakan tujuh ratus ribu rupiah per bulan, listrik pernah padam dua hari karena tak mampu bayar. Hari-hari mereka sering hanya bisa makan dari hasil jualan hari itu. Pendapatan kecil Dimas menjadi harapan keluarganya untuk bertahan.
Kerabat, mari temani perjuangan Dimas agar ia bisa sekolah, tempat tinggal yang aman, dan masa kecil yang lebih ringan tanpa harus memikul beban keluarga seorang diri.

![]()
Belum ada Fundraiser