

Sejak kedua orang tuanya pergi, ia tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia. Di kontrakan sederhana itulah mereka bertahan hidup, saling menjaga dalam keterbatasan. Namun hidup tak pernah benar-benar mudah bagi mereka

Adit baru 8 tahun. Setiap hari Adit berjualan dengan harapan sederhana: gorengannya habis. Karena dari situlah uang makan dan uang kontrakan berasal. Tapi kenyataannya, dagangannya sering tak laku. Jangankan dibeli, dilirik saja jarang. Orang-orang berlalu, sementara Adit hanya bisa menunggu dengan perut yang kadang ikut kosong

Jika jualan sepi, tak ada uang untuk beli beras. Jika hasilnya kurang, pembayaran kontrakan bisa menunggak. Dan jika terus menunggak, bukan tak mungkin mereka harus angkat barang dan kehilangan tempat berteduh.
Hebatnya ia tak pernah banyak mengeluh. Ia hanya ingin kakek dan neneknya tidak semakin terbebani. Tapi beban itu terlalu besar untuk dipikul sendirian oleh anak sekecil itu.

Kerabat peduli, Adit tidak butuh kemewahan. Ia hanya ingin bisa makan dengan cukup dan tetap tinggal dengan aman bersama kakek neneknya. Jangan biarkan Adit berjuang sendirian. Uluran tangan kita hari ini bisa menyelamatkan mereka dari kelaparan dan ancaman kehilangan tempat tinggal


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik