
Di usia 71 tahun, Abah Umid masih keliling jualan kerupuk meski tubuhnya tak lagi kuat setelah mengalami kecelakaan berat yang membuat ingatannya perlahan memudar.

Hidup Abah Umid berubah setelah beliau mengalami kecelakaan berat sampai tiga kali tertabrak mobil. Benturan keras itu menyebabkan pendarahan otak, patah tulang rusuk, dan cedera punggung yang sampai sekarang masih sering terasa nyeri.
Pada kecelakaan terakhir, tubuh Abah sampai terpental sejauh 3 meter hingga sempat lumpuh 9 bulan, bahkan saat terbaring tak berdaya tas berisi uang setoran Rp600 ribunya justru hilang dibawa orang.

Sejak kejadian itu, kondisi Abah tak pernah benar-benar pulih. Ingatannya perlahan mulai memudar, beliau jadi sering linglung, mudah kehilangan fokus, bahkan kadang lupa apakah dirinya sudah makan atau belum.
Tubuh Abah juga makin lemah, punggungnya sering nyeri, dan langkahnya tak lagi sekuat dulu. Tapi karena keterbatasan biaya, pengobatan Abah tak pernah benar-benar tuntas.

Namun yang bikin hati sesak, kondisi itu tidak membuat Abah bisa beristirahat. Demi istrinya (80 tahun) dan dua cucu yatim yang putus sekolah karena tak ada biaya, Abah paksakan diri kembali jualan kerupuk keliling.
Sayangnya, dagangan sering sepi, bahkan kadang uang hasil jualannya hilang entah ke mana karena daya ingat Abah yang terus menurun.
“Pokoknya Abah akan selalu usaha” meski tidak elalu mulus, Abah tetap memilih bertahan karena beliau cuma ingin bisa berobat, punya modal usaha kecil, dan melihat cucunya hidup lebih baik tanpa harus merasakan kerasnya hidup seperti dirinya sekarang.

Kerabat Peduli, sedikit bantuan yang kita berikan insyaAllah bisa membantu kebutuhan hidup dan pengobatan Abah Umid, serta menjadi harapan agar beliau bisa menjalani masa tua dengan lebih tenang tanpa harus terus memaksakan diri berjualan di jalanan:


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik