Bandung, 8 Juli 2025 — Di usia yang masih sangat muda, Rhianty (16) telah memikul beban yang tak ringan. Meski menyandang tunanetra sejak kecil, ia tetap berjuang mencari nafkah dengan menjual snack keliling dari satu tempat ke tempat lain. Dengan keterbatasan penglihatan, Rhianty mengandalkan kepekaan telinga untuk mendeteksi keramaian dan peluang pembeli. Namun, sering kali suara-suara itu justru mengecohnya membuat langkahnya salah arah atau berujung di tempat yang sepi.
Keuntungan dari jualan snack hanya berkisar Rp1.000–Rp2.000 per bungkus, dan dalam sehari, Rhianty bahkan kadang hanya bisa menjual tiga bungkus. Hasil itu tentu sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya.

Kisah perjuangan Rhianty menginspirasi banyak pihak untuk bergerak. Melalui dukungan para dermawan dan program #KerabatPeduli, Rhianty kini menerima bantuan santunan tunai serta modal usaha sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap semangat juangnya.
Bantuan yang diberikan:
-
💸 Santunan tunai, untuk kebutuhan harian
-
📦 Modal usaha, berupa restocking snack dan packing + branding
Saat menerima bantuan, Rhianty mengucapkan syukur dengan suara lirih namun penuh harapan:
“Saya senang sekali, karena biasanya saya susah jualan. Semoga usaha ini bisa jalan dan bantu keluarga juga…”
Bantuan ini bukan hanya bentuk empati terhadap keterbatasan, tetapi juga dukungan untuk memberdayakan semangat dan kemandirian. Kisah Rhianty menjadi pengingat bahwa semangat juang tidak mengenal usia atau kondisi tubuh dan bahwa setiap orang, seberapapun sulitnya hidup, pantas mendapat kesempatan untuk bangkit.
Mari terus saling menguatkan, karena lewat tangan-tangan peduli, harapan baru bisa tumbuh bahkan dari kegelapan yang terdalam.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Saling Berbagi








