Garut, 10 Juni 2025 — Kisah ketulusan dan keteguhan hati kembali menggugah kepedulian banyak pihak. Kali ini, bantuan berupa santunan tunai dan paket sembako disalurkan kepada Rangga (20 tahun), seorang pemuda tunanetra yang sehari-hari berjualan air keliling demi menghidupi sang nenek yang telah lanjut usia.
Meski kehilangan penglihatan sejak kecil, Rangga tidak menyerah pada nasib. Setiap hari, tanpa tongkat di tangan dan wadah air di pundak, ia berkeliling kampung menjajakan air isi ulang (jerigen) kepada para pelanggan setia. Semua hasil jerih payahnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama sang nenek, yang kini sudah tidak lagi mampu bekerja karena faktor usia dan kondisi kesehatan.
Mengetahui perjuangan luar biasa Rangga, para relawan dan donatur pun bergerak memberikan bantuan nyata. Santunan tunai diberikan untuk meringankan beban biaya hidup dan kebutuhan medis sang nenek, sementara paket sembako disediakan agar kebutuhan pangan mereka tercukupi dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan.
“Rangga adalah potret pemuda yang luar biasa. Dalam keterbatasannya, ia tetap bekerja keras, bukan hanya untuk dirinya, tapi demi nenek yang ia cintai. Kami harap bantuan ini bisa memberi ruang istirahat dan semangat baru bagi mereka,” ujar tim penyalur bantuan.

Rangga menerima bantuan dengan penuh rasa syukur. “Saya enggak nyangka bisa dapat perhatian dan bantuan seperti ini. Terima kasih banyak untuk semua yang sudah peduli. Ini sangat membantu saya dan nenek,” tuturnya dengan suara lembut dan senyum yang tulus.
Cerita Rangga adalah bukti bahwa kasih sayang dan ketulusan bisa menjadi kekuatan luar biasa dalam menghadapi kehidupan. Meski gelap di penglihatan, hati Rangga tetap terang oleh cinta dan tanggung jawab. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak orang untuk saling membantu dan menyalakan harapan bagi sesama.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Salam Mukti Abadi









