

Kejadian naas dialami Pak Lili (52th), Tubuhnya terbakar hidup-hidup saat ia bekerja disalah satu pabrik teh. Meski selamat dari maut, Penampilan Pak Lili kini berubah drastis dan membuatnya kerap ditakuti. Hal ini pun berdampak pada sulitnya Pak Lili dapatkan pekerjaan pengganti.

Dengan modal seadanya, Pak Lili berupaya keras beralih profesi sebagai penjual kopi sachet keliling. Puluhan kilo ia tempuh dengan berjalan kaki menyusuri sudut-sudut jalanan kota.

Sehari berjualan untung yang diperoleh rata-rata berkisar 20 ribu rupiah.Penghasilan ini beliau bagi untuk makan sekeluarga beserta biaya berobat sang istri yang sejak 5 tahun silam alami stroke.
Seharusnya, Sang Istri (Bu Uun) menjalani terapi untuk memulihkan kondisi. Sayangnya, biaya terapi sangatlah besar dan membuat Pak Lili hanya bisa memijat Bu Uun untuk terus melancarkan sirkulasi darah dan melenturkan ototnya.

Di lubuk hatinya, Pak Lili ingin sekali bisa memiliki tempat usaha sendiri untuk melanjutkan jualan kopinya. Beliau pun berharap dengan tempat jualan yang menetap dapat mempermudahnya untuk merawat sang istri.
Kerabat, kenyataan yang kejam bertubi-tubi dihadapi Pak Lili. Namun, sedikit pun tak pernah Pak Lili gentar menghadapinya, ia selalu berjuang sebisanya demi keluarga yang diutamakannya. Yuk, bantu Pak Lili bangkit kembali dengan mewujudkan mimpinya membangun usaha yang lebih stabil dan untuk pengobatan serta terapi Bu Uun. Kirimkan kebaikanmu dengan cara:

Terima kasih,
Ruang Kita Peduli
___
Ikuti update aktivitas program ini melalui :
Instagram, Tiktok, Facebook: @ruangkitapeduli
Website: ruangkitapeduli.org
![]()
Belum ada Fundraiser