Sejak ayahnya meninggal dunia akibat penyakit paru-paru, hidup Mutia, anak yatim berusia 7 tahun, berubah drastis. Di usia yang seharusnya diisi dengan bermain dan belajar, Mutia justru harus menghadapi kerasnya kehidupan. Ia tak sempat larut dalam duka kehilangan ayahnya karena harus segera memikirkan cara untuk membantu keluarganya bertahan hidup.
Kesulitan semakin berat ketika sang ibu jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Tanpa memiliki tabungan atau dana darurat, Mutia berusaha mengumpulkan biaya pengobatan dengan cara berjualan kue basah keliling. Setiap pagi, ia membantu membuat kue, lalu menjajakan dagangannya di sekitar lingkungan tempat tinggal hingga sekolah.
Namun perjuangan Mutia tidak berhenti di situ. Keluarganya juga sempat menunggak pembayaran kontrakan, dan bukannya mendapat pengertian, Mutia justru menerima ancaman akan diusir dari rumah kontrakan mereka.
Meski hidup dalam kondisi sulit, semangat dan ketulusan Mutia dalam berjuang demi ibunya menyentuh hati banyak orang. Berkat kepedulian para dermawan, melalui Ruang Kita Peduli, berbagai bentuk bantuan pun berhasil disalurkan kepada Mutia dan keluarganya.
Bantuan yang diberikan meliputi:
-
Paket kebutuhan pokok (sembako) untuk memenuhi kebutuhan harian,
-
Beasiswa pendidikan dan perlengkapan sekolah seperti tas, buku, dan sepatu agar Mutia tetap bisa belajar dengan layak,
-
Serta santunan tunai untuk membantu biaya sewa kontrakan dan pengobatan sang ibu.
Alhamdulillah, bantuan tersebut telah meringankan beban Mutia dan keluarganya. Kini Mutia bisa kembali fokus bersekolah tanpa harus terlalu khawatir tentang kebutuhan sehari-hari dan tempat tinggal mereka.

Semoga langkah kecil ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bisa menjadi cahaya harapan bagi mereka yang sedang berjuang.
Terima kasih kepada seluruh orang baik yang telah ikut berkontribusi bersama Ruang Kita Peduli. Semoga kebaikan ini terus mengalir dan membawa keberkahan bagi kita semua.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Ayo Kita Peduli







