

Seumur hidup, Hani (18 th) tak pernah mengetahui penyakit apa yang dideritanya sejak lahir. Kelainan yang dialaminya ini membuat kakinya berukuran besar, bahkan kini mulai menjalar ke bagian perut yang juga ikut melebar.
Ia tak tahu akan seberapa bahaya kelainan ini mengancam hidupnya. Sudah tak terhitung lagi baginya berapa kali ia jatuh tersungkur dan terbentur meski telah berusaha sehati-hati mungkin dalam melangkah.

Untuk dapatkan perawatan medis dikota tampak seperti hal yang mustahil baginya sebab kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan. Ayahnya Hani hanya seorang kuli bangunan sedangkan sang ibu hanya kuli bersih-bersih kebun orang. Meski demikian, Hani tak pantang menyerah. Dengan modal seadanya. Ia berusaha berjualan tisu dengan upaya mempersiapkan tabungan untuk biaya pengobatan.
“Hani gak mau terus-terusan ngerepotin orang tua. Hani pengen bisa nabung sendiri buat berobat ke rumah sakit yang bisa sembuhin Hani, makanya Hani sebisa mungkin cari uang,” jelas Hani.

Lewat berjualan tisu, Hani mendapatkan keuntungan sebanyak Rp. 3.000/pcs. Setiap hari ia berjualan di satu lokasi saja karena kesulitan dalam bergerak. Sudah biasa baginya selama berjualan mendapat tatapan-tatapan sinis yang menjauhi serta yang langsung mengabaikan kehadirannya.
Dengan keuntungan yang sangat minim, tiap detiknya Hani terus diteror rasa khawatir. Apakah mungkin dirinya mampu untuk mendapatkan tindakan dan pengobatan medis yang telah lama dibutuhkannya? Orang baik, mari patungan kilat untuk pengobatan Hani agar ia tahu jenis penyakit langka apa yang dideritanya selama ini serta wujudkan harapannya agar bisa sembuh dari penyakitnya ini. Salurkan bantuanmu dengan cara:

Terima Kasih,
Ruang Kita Peduli
___
Ikuti update aktivitas program ini melalui:
Instagram & Facebook: @ruangkitapeduli
Website: ruangkitapeduli.org
![]()
Belum ada Fundraiser