Di tengah keterbatasan fisik yang mereka miliki, Kang Deni Uban dan Pak Cahdeni tetap berdiri teguh sebagai pejuang nafkah bagi keluarga mereka. Keduanya adalah penyandang difabel yang tak pernah menyerah mengejar rezeki, meski tubuh tidak selalu bersahabat.

Kang Deni Uban — Penjual Jengkol yang Tetap Tersenyum
Setiap hari, Kang Deni Uban berkeliling menjual jengkol. Dengan kondisi difabel yang membuat aktivitasnya tak semudah orang lain, ia tetap menjalani rutinitas itu dengan senyum dan ketekunan. Baginya, selama ia masih bisa bergerak, ia akan terus berusaha.

Pak Cahdeni — Penjual Gorengan Keliling yang Pantang Menyerah
Sementara itu, Pak Cahdeni berkeliling menjajakan gorengan. Meski langkahnya terbatas dan sering kali harus beristirahat di tengah jalan, ia tetap melanjutkan perjalanan, berharap dagangannya habis agar bisa membawa pulang uang untuk kebutuhan keluarga.
Uluran Kebaikan untuk Dua Pejuang
Melihat perjuangan mereka yang begitu besar, #KerabatPeduli menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk dukungan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan harian mereka, sekaligus menjadi penyemangat bahwa perjuangan mereka tidak berjalan sendirian — selalu ada tangan-tangan baik yang siap membantu.
Menjadi Penguat di Tengah Keterbatasan
Kisah Kang Deni Uban dan Pak Cahdeni mengajarkan bahwa keteguhan hati mampu mengalahkan banyak keterbatasan. Dan melalui kebaikan yang dibagikan, semoga langkah mereka semakin ringan, serta rezeki mereka semakin lapang.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli

























