Bandung, 18 Juli 2025 — Di sebuah rumah sederhana yang penuh kasih sayang, Bunda Lili (63) mengabdikan hari-harinya merawat lebih dari 200 ekor kucing terlantar. Di usianya yang tak lagi muda, ia memilih hidup bersama para anabul yang sebelumnya tak bertuan, sakit, atau dibuang.
Untuk memenuhi kebutuhan makan dan perawatan kucing-kucingnya, Bunda Lili mengandalkan dana pensiun yang semakin menipis. Tak jarang, ia harus menjual barang-barang pribadinya demi bisa membeli sekilo pakan, obat, atau biaya steril dan vaksinasi.

Kisah ketulusan Bunda Lili menyentuh hati banyak orang. Melalui gerakan solidaritas #KerabatPeduli, penyaluran bantuan pakan kucing telah dilakukan untuk mendukung perjuangan mulia ini.
Apa yang dilakukan Bunda Lili adalah bentuk cinta yang luar biasa. Di balik pengorbanannya, ada pesan bahwa kasih sayang tak terbatas hanya pada manusia tetapi juga pada makhluk hidup lain yang juga ingin disayangi dan dilindungi.
Semoga langkah kecil ini bisa meringankan beban Bunda Lili, dan menjadi pengingat bagi kita semua bahwa berbagi tak selalu soal jumlah, tapi tentang keikhlasan.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Global Sedekah Movement








