Kuningan, 19 Juli 2025 — Di usia senjanya yang ke-81 tahun, Abah Kinta masih mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalanan untuk menjajakan es lilin dari pagi hingga sore. Meski tubuhnya renta dan langkahnya tertatih, semangatnya tak pernah surut. Hidup sebatang kara tanpa sanak saudara, Abah harus berjuang seorang diri demi bisa bertahan hidup.
Beberapa tahun lalu, Abah sempat menjadi korban tabrak lari. Insiden itu sempat membuatnya tak bisa berjualan selama beberapa waktu. Namun, karena tak ada pilihan lain, Abah kembali mengayuh sepedanya dan menjajakan es lilin keliling demi bisa menyambung hidup.

Kisah perjuangan Abah Kinta menyentuh hati banyak orang. Melalui aksi solidaritas dari para dermawan dan #KerabatPeduli, bantuan berupa paket sembako, santunan tunai, serta modal usaha telah disalurkan langsung kepada beliau.
Paket sembako yang diterima Abah berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, gula, telur dll. Santunan tunai diberikan untuk kebutuhan harian dan pengobatan. Sementara itu, bantuan modal usaha berupa pembelian satu buah kulkas diharapkan bisa memperkuat usaha kecil Abah Kinta dalam menjual es lilin agar lebih berkelanjutan.
Tak hanya sekali, bantuan sembako dan santunan tunai ini akan disalurkan secara reguler selama 4 bulan ke depan, guna memastikan kebutuhan dasar Abah tetap terpenuhi selama masa pemulihan dan upaya membangun usaha kecilnya kembali.
Saat menerima bantuan, mata Abah berkaca-kaca. Dengan suara lirih ia mengucapkan,
“Terima kasih, Abah nggak nyangka masih ada yang peduli. Abah udah tua, tapi Abah masih harus kerja sendiri. Bantuan ini sangat berarti. Semoga ibu/bapa donatur sehat selalu, dilancarkan rezekinya dan semua kebaikannya dibalas oleh Allah SWT..."
Penyaluran ini bukan hanya tentang materi, tapi tentang menghadirkan kembali harapan bagi mereka yang terus berjuang meski dalam kesunyian dan kesendirian. Kehidupan Abah Kinta menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di sekitar kita masih ada sosok-sosok kuat yang diam-diam sedang bertahan.
Semoga bantuan ini bisa menjadi titik terang dalam hari-hari Abah, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk turut berbagi dan peduli.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Cancer Support Kuningan









