Bandung, 18 Juli 2025 — Di usia senja, saat banyak orang menikmati masa pensiun, Abah Aman (81) masih berjuang keras menapaki jalan demi jalan, menjajakan kerupuk kulit dari kampung ke kampung. Dengan harga jual hanya Rp5.000 per bungkus, penghasilannya jauh dari cukup. Sering kali, Abah Aman dan sang istri hanya mampu makan seadanya bahkan tak jarang hanya dengan olahan daun singkong sebagai lauk.
Kondisi ini menggugah kepedulian banyak pihak. Melalui kolaborasi antara para donatur dan inisiatif #KerabatPeduli, penyaluran bantuan uang tunai serta modal usaha pemberdayaan berupa ternak domba telah diberikan kepada Abah Aman, sebagai bentuk dukungan nyata atas perjuangan hidupnya.
Bentuk bantuan yang disalurkan:
-
💰 Santunan tunai, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pengobatan
-
🐑 Modal usaha pemberdayaan, berupa bantuan awal untuk beternak domba, agar Abah tidak hanya bergantung pada hasil jualan kerupuk
-
📦 Pendampingan ke depan dalam bentuk edukasi dasar peternakan bersama relawan setempat
Harapannya, usaha ternak ini dapat menjadi sumber penghasilan jangka panjang dan lebih stabil bagi Abah dan istrinya, yang kini sudah tak mampu bekerja berat.

Saat menerima bantuan, Abah Aman mengungkapkan rasa harunya,
“Terima kasih banyak… Abah nggak nyangka bisa punya harapan baru. Semoga ini jadi jalan rezeki Abah dan Nini...”
Penyaluran ini bukan sekadar bantuan materi, tapi bentuk nyata dari kepedulian dan solidaritas untuk mereka yang tetap bertahan dalam kesederhanaan dan keterbatasan. Kisah Abah Aman menjadi cermin bahwa semangat tak pernah mengenal usia, dan kebaikan bisa menjadi titik balik bagi masa depan yang lebih layak.
Mari terus berbagi dan menguatkan sesama. Karena setiap langkah kecil yang kita beri, bisa jadi awal perubahan besar bagi hidup orang lain.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Rumah Baik








