Rabu, 24 September 2025 — Usia senja tak menjadi alasan bagi sebagian orang untuk berhenti berjuang. Seperti halnya Abah Ahmad, seorang kakek tangguh berusia 100 tahun, yang setiap hari masih berkeliling menjajakan gulali dengan mengayuh sepeda tuanya. Meski langkah hidupnya tak lagi ringan, semangatnya untuk mencari nafkah tetap menyala.

Namun perjuangan di usia renta penuh dengan risiko. Beberapa waktu lalu, Abah Ahmad harus menelan pil pahit ketika dirinya menjadi korban pembegalan. Seluruh uang hasil jerih payah berjualan gulali dirampas oleh pelaku tak dikenal. Uang itu seharusnya digunakan untuk kebutuhan hidup dan melunasi pembayaran ke pemasok bahan dagangan.
Yang mengharukan, meskipun pemasok gulali tersebut tidak menuntut ganti rugi, Abah Ahmad tetap merasa bertanggung jawab. Dengan kejujuran dan rasa malu bila berhutang, beliau mencicil sedikit demi sedikit kerugian itu, walau kondisi keuangannya sendiri tengah sulit. Sikap tulus dan integritas Abah Ahmad inilah yang menggugah banyak hati untuk peduli.

Mengetahui kisah perjuangan Abah Ahmad, Alhamdulillah kebaikan dari para kerabat peduli telah disalurkan dalam bentuk bantuan berupa sembako, santunan tunai, serta modal usaha untuk membuka warung kecil di rumahnya. Bantuan ini diharapkan menjadi jalan baru bagi Abah Ahmad agar dapat memperoleh penghasilan dengan cara yang lebih aman dan berkelanjutan, tanpa harus menantang bahaya di jalanan lagi.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di kediaman Abah Ahmad yang sederhana. Dalam suasana haru, beliau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu.
“Abah nggak nyangka masih ada yang peduli sama orang tua seperti Abah. Terima kasih, Nak. Sekarang Abah bisa jualan di rumah, nggak perlu keliling lagi. Semoga Allah balas semua kebaikan kalian,” ucap Abah Ahmad sambil tersenyum penuh rasa syukur.

Kini, impian kecil Abah Ahmad untuk memiliki usaha warung sendiri akhirnya terwujud. Tak lagi harus berkeliling dengan sepeda tua di bawah terik matahari atau hujan deras, beliau kini bisa berdagang dengan lebih tenang dan aman.
Kisah Abah Ahmad bukan hanya tentang perjuangan di masa tua, tetapi juga tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan yang menginspirasi. Di usia satu abad, beliau masih menunjukkan arti sejati dari kerja keras dan kehormatan hidup.
Semoga bantuan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun mampu mengubah hidup seseorang. Karena dari tangan-tangan peduli, lahir kembali harapan bagi mereka yang hampir kehilangan daya.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Ayo Kita Peduli








