Kamis, 18 September 2025 — Di tengah derasnya hujan dan kerasnya hidup, masih ada sosok-sosok luar biasa yang terus berjuang tanpa menyerah. Salah satunya adalah Abah Ojak (80 tahun), seorang lansia tangguh yang setiap hari mengayuh sepeda ontel tuanya untuk berjualan donat keliling.
Pertemuan pertama kami dengan Abah Ojak meninggalkan kesan mendalam. Saat itu, di tengah hujan deras, beliau tetap berjualan meski tubuh renta dan napas tersengal. Namun, di balik senyum sabarnya tersimpan kisah pilu, hasil jualan donatnya sempat dibawa kabur oleh orang tak dikenal. Peristiwa itu menjadi pukulan berat bagi Abah Ojak yang bergantung sepenuhnya pada hasil jualannya untuk bertahan hidup.

Di rumah kontrakan kecil berukuran 3x4 meter, Abah Ojak tinggal bersama sang istri tercinta yang kini mengalami kelumpuhan. Meski tubuhnya sudah renta, Abah dengan penuh kasih merawat istrinya seorang diri, mulai dari mencuci, memasak, memandikan istri, hingga tetap berjualan donat setiap hari. Semua ia lakukan dengan ketulusan tanpa keluh kesah.
Kondisi tempat tinggal mereka pun jauh dari layak. Kontrakan sederhana itu tanpa dapur dan tanpa perabotan memadai, sementara biaya sewa Rp350.000 per bulan dan listrik Rp150.000 menunggak selama beberapa bulan. Untuk makan, mereka hanya mengandalkan makanan seadanya, bahkan tak jarang hanya nasi dan garam menjadi santapan sehari-hari.

Melihat perjuangan dan keteguhan hati Abah Ojak, Para Dermawan tergerak untuk menyalurkan bantuan sembako, santunan tunai, pelunasan biaya kontrakan, serta dukungan pengembangan usaha donat agar Abah dapat kembali berjualan dengan lebih layak dan mandiri.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung di kediaman Abah Ojak. Dengan mata berkaca-kaca, beliau menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian dan bantuan yang diterima.
“Abah nggak pernah nyangka akan dibantu seperti ini. Abah cuma ingin bisa terus jualan, biar istri bisa makan. Terima kasih, Nak, sudah peduli sama Abah,” ucap Abah Ojak dengan suara lirih namun penuh haru.


Bantuan yang diberikan bukan hanya sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga simbol penghargaan atas perjuangan hidup seorang lansia yang tetap bekerja keras di usia senja. Dukungan pengembangan usaha donat diharapkan dapat menjadi jalan bagi Abah Ojak untuk kembali berdagang dengan tenang dan lebih produktif.
Kisah Abah Ojak adalah cermin nyata ketulusan, tanggung jawab, dan cinta sejati. Di usia yang seharusnya beristirahat, beliau justru terus berjuang demi orang yang dicintainya. Semoga kepedulian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di sekitar kita, masih banyak sosok tangguh yang layak mendapatkan perhatian dan uluran tangan kasih.
Salam Hangat
Ruang Kita Peduli >< Ayo Kita Peduli








