

Setiap pagi, Intan (14) menyusuri gang sempit sambil menjajakan jajanan bersama adiknya. Mereka memanggul keranjang kecil berisi dagangan seadanya, meski harus menembus panas dan hujan. Semua dilakukan demi membantu ibu dan tetap bisa sekolah.
Ayah sudah lama tak pulang dan tak memberi nafkah. Ibunya hanya buruh setrika panggilan dengan penghasilan kecil dan harus mengurus bayi yang baru lahir. Untuk makan, mereka sering cukupkan diri dengan mie instan atau nasi garam.

Meski serba kekurangan, Intan tetap semangat belajar. Di sela jualan pun, ia tetap membuka buku pinjaman sekolah. Kadang sambil menjaga adiknya yang tertidur di pangkuan.
Intan memikul peran besar di usianya yang masih belia. Ia bukan hanya kakak bagi ke 6 adiknya, tapi juga tulang punggung keluarga. Saat ibunya menangis karena lelah, Intan hanya berkata, “Mamah jangan kerja sendiri, Intan bantu.”

Kerabat Peduli, hari ini Intan dan adik-adiknya butuh bantuan untuk terus melangkah. Untuk seragam, buku, uang sekolah, atau sekadar makan layak. Yuk, bantu ringankan langkah Intan demi masa depan yang lebih cerah.


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik