
Apa yang biasanya dilakukan anak usia 9 tahun saat jam 10 malam? Pasti sudah tidur nyenyak di kasur yang hangat.
Tapi tidak dengan Jajang, di jam segitu ia justru masih harus menahan dingin menembus gelapnya malam, sendirian mendorong gerobak bakso cuanki yang berat demi sang ayah.

Jajang (9 tahun) adalah anak kelas 4 SD yang seharusnya menghabiskan waktu sorenya untuk bermain dan belajar dengan tenang.
Namun, saat langit mulai gelap, ia justru harus bersiap mendorong gerobak bakso yang berat menembus dinginnya malam.
Ketangguhan Jajang bukan tanpa alasan, semua ia lakukan karena rasa bakti yang besar kepada sang ayah. Sang ayah, Pak Dedi, kini hanya bisa terbaring lemas akibat penyakit paru-paru dan gangguan pembuluh darah di kepala.
Karena kondisi fisiknya yang terus menurun, Pak Dedi tak lagi mampu mencari nafkah, sehingga Jajang tanpa ragu mengambil alih gerobak bakso cuanki ayahnya agar keluarga mereka bisa bertahan hidup.


Perjuangan di jalanan malam sama sekali tidak mudah dan sangat keras untuk anak sekecil Jajang. Pernah suatu hari saat sedang keliling berjualan, ia ditertawakan dan diledek oleh teman-teman sebayanya karena masih SD tapi sudah bekerja mencari uang.
Meski sempat menangis dan menahan malu di pinggir jalan, Jajang memilih tidak menyerah karena di pikirannya hanya ada keinginan untuk melihat ayahnya sembuh kembali. “Jajang gak apa-apa diledekin temen sekolah, yang penting Jajang bisa cari uang buat tebus obat Ayah”

Sedihnya, gerobak bakso cuanki yang ia dorong sekuat tenaga seringkali tidak habis terjual dan untungnya pas-pasan cuma untuk modal bahan baku besok hari. Padahal, setiap bulan Jajang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan ada biaya tebus obat dan kontrol rutin ayahnya ke rumah sakit agar penyakitnya tidak semakin memburuk.
Di balik senyum lelahnya, Jajang hanya ingin ayahnya sembuh dan ia bisa sekolah dengan tenang tanpa takut putus sekolah.

Anak sekecil Jajang harus menghadapi ujian hidup yang begitu berat sendirian. Teman-teman, yuk jadi bagian dari harapan dan kesembuhan ayahnya. Uluran tanganmu hari ini bisa jadi napas baru bagi pengobatan Pak Dedi dan masa depan sekolah Jajang.
Mari bantu kebutuhan hidup, modal usaha, dan pengobatan ayah Jajang agar langkah kecilnya menembus malam menjadi lebih ringan.


![]()
Belum ada Fundraiser