

Adit masih sangat kecil, usianya baru 7 tahun. Seharusnya sepulang sekolah ia bisa bermain dan tertawa bersama teman-temannya. Namun kenyataannya berbeda. Setiap pulang sekolah dan setiap hari Minggu, Adit justru harus keliling kampung membantu neneknya menjual bubur agar mereka bisa makan hari itu.

Ayah Adit sudah tiada. Sementara ibunya mengalami gangguan mental sehingga tak mampu merawatnya. Sejak kecil, Adit hanya diasuh oleh neneknya yang sudah lanjut usia dan hidup dalam kondisi serba terbatas.
Tak ingin melihat neneknya berjuang sendirian, Adit dengan langkah kecilnya ikut membantu menawarkan bubur dari kampung ke kampung. Ia berjalan sambil berharap ada yang membeli, karena jika buburnya tak laku, artinya tak ada beras yang bisa dibeli untuk dimasak hari itu.

Adit dan neneknya tinggal di rumah sederhana di pinggir sungai. Atapnya sudah bocor, lantainya lembap, dan saat hujan deras air sering masuk ke dalam rumah. Dengan kondisi hidup yang serba terbatas, Adit hanya berharap bubur itu laku agar ia bisa membawa pulang sedikit beras untuk dimasak.

Adit sudah berjuang dengan langkah kecilnya membantu nenek berjualan bubur. Namun ia tak seharusnya memikul beban hidup sebesar ini sendirian.
Mari bantu Adit hari ini. Donasi yang kamu berikan akan membantu menghadirkan beras, makanan, dan kebutuhan hidup agar Adit dan neneknya bisa bertahan hidup dengan lebih layak.


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik