Fauzi Solihatin tak lagi tau apa yang harus ia lakukan saat mengetahui buah hatinya Faris Rashya Althaflirr Rahman (4th) menderita kebocoran jantung

Sebuah kenyataan yang sangat berat untuk seorang pencari keong seperti Bu Fauzi. Dengan penghasilan yang hanya berkisar 20 Ribu-an, kenyataan itu ibarat himpitan batu besar di pundaknya.
Mengetahui penyakit anaknya ia jelas kebingungan, darimana dirinya bisa memperoleh biaya besar untuk membawa anaknya berobat.

Belumlah habis kebingungan dan kesedihannya, ibu Fauzi kian tertekan saat tetangga sekitar menjauhi karena hadirnya anggapan jika penyakit anaknya tersebut dapat menular.
"Saya bingung bagaimana menjelaslan pada orang-orang kalau sakit Rasya itu tidak menular, namun masih saja ada orang yang mengucilkan kami karena takut tertular katanya" Bu Fauzi mengisahkan seraya menahan tangisnya.

Ketika teman sebayanya sudah berlarian kesana kemari, Rasya bahkan belum bisa berjalan, tubuhnya pun mungil nampak seperti anak berusia satu tahun. Jika penyakitnya kambuh, seringkali tubuhnya membiru, kejang, serta diikuti oleh Sesak nafas yang hampir setiap hari hinggap.
Beruntung ada orang baik yang meminjami Rasya tabung oksigen sehingga Sesak Rasya bisa sedikit teratasi meski seringkali Rasya tidak nyaman ketika memakainya.

Meski berat, Bu Fauzi terpaksa menitipkan Rasya kepada tetangga sekitar setiap kali hendak berangkat mencari keong di Sungai.
"Sebetulnya saya ingin bekerja yang lain, namun saya harus keluar dari Desa dan itu berarti saya harus meninggalkan Rasya, dan itu bukanlah pilihan bagi saya" Ungkap Bu Fauzi terbata-bata

Meski pengobatan Rasya telah di tanggung BPJS, namun untuk pergi berobat Ibu Fauzi harus menabung sepanjang bulan, tak jarang ia harus mencari pinjaman kesana sini ketika akan berangkat berobat, bahkan hampir seluruh perabotan di rumah mungil tempat Ia menumpang telah habis terjual demi membawa buah hatinya berobat.
Pun dengan kebutuhan nutrisi dan makanan penunjang bagi Rasya yang semestinya sangat di perhatikan dan terpenuhi, terpaksa terabaikan.

Bertahun-tahun bu Fauzi berjuang dan menanti kesembuhan sang buah hati yang entah kapan akan terwujud. Hingga ketika dokter yang merawat Rasya menyampaikan sebuah opsi untuk operasi Bu Fauzi hanya terdiam seribu bahasa menahan sesak dengan air mata yang tak mampu ia Bendung.
Kerabat Peduli, mari bantu ibu Fauzi menjemput kesembuhan untuk Buah hatinya, mari hadirkan masa depan yang cerah untuk Adinda Rasya. Mungkin melalui uluran tangan kita lah nyawa Rasya akan tertolong serta beban dipundak Bu Fauzi akan terangkat. Bantu mereka dengan cara:

Terima kasih,
Ruang Kita Peduli
___
Ikuti update aktivitas program ini melalui :
Instagram, Tiktok, Facebook: @ruangkitapeduli
website: ruangkitapeduli.org
Baca selengkapnya ▾