

Setiap pulang sekolah, Ranisa langsung berjualan peyek di pinggir jalan hingga malam. Ia bahkan rela mengerjakan PR sambil menunggu pembeli agar dagangannya laku. Meski lelah dan lapar, Ranisa tetap berjuang demi keluarganya

Ayahnya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Ibunya pernah berjualan sendirian, namun hampir disakiti orang saat berjualan. Karena itu, Ranisa ikut membantu, tidak hanya untuk makan sehari-hari tapi juga untuk mengumpulkan biaya kontrakan

Naas dagangan Ranisa sering sulit laku, bahkan pernah dijahili hingga kerudungnya ditarik sampai peyeknya jatuh dan hancur. Adiknya pun pernah diusir saat menemani.
Sebentar lagi Ranisa lulus SD, tapi biaya untuk lanjut SMP belum ada. Ia takut harus berhenti sekolah dan kehilangan kesempatan belajar yang selama ini ia perjuangkan. Sementara itu, kebutuhan dasar keluarga seperti kontrakan dan beras sering tak terpenuhi, membuat harapan Ranisa untuk lanjut sekolah terasa jauh.
"Ranisa pengen tetap lanjut sekolah, tapi ekonomi keluarga lagi sulit. ”

Hari ini, Ranisa butuh dukungan nyata, bukan rasa kasihan. Sekecil apa pun bantuan sangat berarti untuk sekolah, kontrakan, dan kebutuhan harian. Klik “DONASI SEKARANG” dan bantu Ranisa tetap sekolah serta keluarganya tetap punya rumah


![]()
Belum ada Fundraiser