

Hamdan masih kelas 3 SD, tapi sepulang sekolah ia harus berjalan kaki menjajakan kue basah demi membantu keluarganya. Ia memilih berjualan karena ayahnya mengalami kecelakaan kerja hingga cedera parah dan tak lagi bisa bekerja berat. Sementara kebutuhan keluarga terus berjalan, Hamdan merasa harus ikut membantu meski usianya masih sangat kecil.
Dari jualan, Hamdan hanya membawa pulang sekitar Rp20 ribu sehari untuk membantu kebutuhan keluarga dan sekolahnya. Sayangnya, dagangannya tak selalu laku, bahkan ia pernah kehilangan uang dagangan Rp150 ribu hingga upahnya ditahan untuk mengganti kerugian.

Jalanan tempat Hamdan berjualan juga penuh risiko. Ia pernah hampir tertabrak motor saat berjualan, bahkan sebelumnya pernah menjadi korban tabrak lari hingga mengalami patah tulang dan harus mendapat jahitan. Belum lagi, Hamdan sering diejek teman-teman sebayanya, padahal ia hanya sedang berjuang membantu keluarganya.
“Kalau nggak jualan, nanti nggak punya uang,”

Alasan inilah yang membuat Hamdan tetap kembali ke jalan meski begitu banyak rintangan. Yang paling sedih, Hamdan sebenarnya ingin ikut lomba mewarnai seperti teman-temannya. Tapi keinginan sederhana itu harus ia relakan hanya karena tak punya uang untuk mendaftar. Perlengkapan sekolahnya pun sudah banyak yang rusak, seragamnya lusuh, bahkan ia hanya punya satu buku untuk berbagai mata pelajaran.
“Hamdan sebenarnya pengen ikut lomba mewarnai, biar kayak temen-temen, tapi nggak punya uang buat daftar” lirih Hamdan

Hamdan sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantu keluarganya, bahkan sampai mempertaruhkan keselamatannya di jalanan. Kini, biarkan kita yang bergantian meringankan langkah kecilnya.
Yuk, bantu Hamdan agar bisa tetap sekolah, memenuhi kebutuhan keluarganya, dan perlahan meninggalkan kerasnya jalanan yang selama ini terlalu cepat memaksanya menjadi dewasa.


![]()
Belum ada Fundraiser