
Anak-anak seusianya mungkin sibuk bermain sepulang sekolah. Tapi Ipan justru sibuk menjajakan donat dan gorengan demi membantu keluarganya.

Ipan masih 11 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Sejak ayahnya meninggal karena kecelakaan kerja, ia ikut menjadi tumpuan keluarga sebagai anak sulung. Sepulang sekolah, Ipan memilih berjualan donat dan gorengan bersama ibunya, sementara dua adiknya masih kecil dan salah satunya baru berusia 9 bulan.
Dagangan yang Ipan jual dibuat sendiri bersama sang ibu. Tapi jualan tak selalu laku, bahkan sering ditolak pembeli, sedangkan sang ibu hanya bisa bekerja serabutan mengambil rumput dan kayu bakar dengan upah sekitar Rp10 ribu. Kalau sedang beruntung, ibunya juga berjualan donat milik orang lain dengan keuntungan hanya Rp200 per buah.

“Ayah udah nggak ada, Ibu cuma kerja serabutan. Ipan pengen bantu Ibu cari uang, soalnya di rumah ada Dedek yang masih bayi. Tapi jualan Ipan jarang laku…”
Sedihnya, jualan Ipan jarang banget laku. Kalau dagangan nggak laku dan nggak ada yang meminta ibunya bekerja, mereka harus menahan lapar karena nggak punya uang untuk membeli makanan. Sesekali ada tetangga yang berbaik hati memberikan makanan, tapi tentu saja nggak setiap hari mereka bisa mengandalkannya.
Kondisi rumah mereka pun jauh dari kata layak. Atapnya sudah banyak yang bolong, sementara beberapa bagian dinding juga rusak dan hanya ditutupi kain seadanya. Di tengah keterbatasan itu, Ipan dan adiknya tetap berusaha sekolah dengan perlengkapan bekas pemberian orang lain, bahkan untuk bekal pun mereka hanya membawa uang sekitar Rp1.000 dan itu pun tidak setiap hari.

Keinginan Ipan tidak muluk-muluk, cuma ingin punya seragam, tas, dan sepatu baru seperti anak-anak lainnya. Ia juga ingin bisa bawa bekal ke sekolah setiap hari, tanpa harus memikirkan apakah keluarganya punya cukup uang untuk makan.
Yuk, dukung perjuangan Ipan dan keluarganya agar kebutuhan sehari-hari, sekolah, dan nutrisi adiknya bisa lebih tercukupi. Sedikit kebaikan dari kita bisa membantu Ipan tetap sekolah dan menjalani masa kecilnya tanpa harus terlalu cepat memikul beratnya kehidupan.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik