
“Baru laku 2, harganya 2 ribu. Jualan buat berobat Abah.” ungkap Fadil saat dirinya sedang jualan di pinggir jalan.

Fadil (10 tahun) harus hidup mandiri tanpa orang tua di sisinya. Ia tinggal bersama adik dan Abahnya.
Naas, Abah Fadil menjadi korban dalam kecelakaan bus yang sempat ditumpanginya. Ia harus merelakan kaki kanannya diamputasi dan kini sangat kesulitan untuk bergerak. Alhasil Fadil menjadi pengganti peran Abahnya sebagai tulang punggung keluarga.
Tiap harinya Fadil mencari nafkah dengan berjualan layangan keliling dan tetap gigih mengejar pendidikannya walaupun keadaan ekonominya sulit.

Di sekolah, dengan tubuh kurusnya Fadil sering menahan lapar dan tidak memakan jatah nasi sekolahnya. Nasi itu ia bungkus dan bawa pulang agar bisa dimakan bersama adiknya di rumah. Tak jarang pula di rumah Ia makan seadanya yang penting perutnya tidak kelaparan, itu pun jika stok berasnya masih ada.
Demi menyambung hidup, sepulang sekolah ia tidak merasa malu menjual layangan ke teman-temannya, karena uangnya sangat berarti untuk membeli kebutuhan pokok dan berobat Abahnya. Selain itu, ia juga bekerja mencari rumput dan ngasih makan ternak warga demi upah tambahan.

Karena keterbatasan biaya, Fadil hanya memiliki satu buku tulis untuk mencatat sepuluh mata pelajaran di sekolahnya. Kondisi ekonomi yang sulit membuatnya serba kekurangan. Walau begitu, Fadil tetap tidak mau putus sekolah. Ia masih ingin meraih cita-citanya di masa depan.

Fadil membutuhkan bantuan kita agar bisa terus sekolah dengan perlengkapan yang layak dan kebutuhan hidupnya tercukupi. Jangan biarkan Fadil berjuang sendirian di usia yang masih sangat muda menanggung beban jadi tulang punggung keluarga. Dukungan kita akan sangat membantu Fadil dan keluarganya. Mari bantu ringankan beban Fadil dengan cara:


Terimakasih,
Ruang Kita Peduli
![]()
Belum ada Fundraiser