

Setiap hari, Pak Wahyu mengenakan kostum badutnya dan berangkat ke jalanan. Ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain, menahan panas, lelah, dan rasa malu. Ada yang terhibur, ada pula yang memandangnya rendah, tapi tak buat langkah Pak Wahyu berhenti demi bisa membawa anaknya berobat.


Ridwan, anak pertamanya, mengalami kecelakaan berat. Kaki kanan Ridwan putus dan perutnya robek parah hingga harus menjalani perawatan panjang. Sejak hari itu, kehidupan keluarga mereka tak pernah sama
Yang paling menyakitkan bagi Ridwan, bukan hanya kehilangan kakinya, tapi juga impiannya. Ridwan bercita-cita menjadi guru ngaji, ingin hidupnya bermanfaat dan mengajarkan kebaikan pada anak-anak lain. Tapi kini harapannya hanya ingin bisa kembali berdiri dengan kaki palsu dan melanjutkan hidup
Musibah itu juga membuat Pak Wahyu kehilangan pekerjaannya sebagai koki. Kini ia bertahan sebagai badut jalanan dengan penghasilan yang tak menentu. Di tengah biaya pengobatan yang terus berjalan, Pak Wahyu juga dihantui tunggakan kontrakan dan ancaman kehilangan tempat tinggal

Pak Wahyu tidak seharusnya berjuang sendirian. Bersama, uluran tangan kita bisa menguatkan langkah seorang ayah, membantu biaya pengobatan, mempertahankan kontrakan, dan menghidupkan kembali harapan Ridwan


![]()
Belum ada Fundraiser