
Setiap pagi, Pak Cah Deni berangkat dengan satu harapan sederhana, gorengannya habis terjual, keluarganya bisa makan hari itu. Namun harapan itu sering runtuh di tengah jalan.

Pak Cah Deni hidup dengan kelainan saraf yang membuat seluruh tubuhnya sering bergerak sendiri tanpa bisa dikendalikan. Tangannya bergetar, kakinya tak selalu kuat menopang. Di jalanan, kondisi ini kerap membuatnya terjatuh bersama box gorengan yang hendak ia jual.
Sekali jatuh, gorengan berantakan. Sekali jatuh, modal hilang. Sekali jatuh, tak ada yang bisa dijual.

Kerugian demi kerugian harus ia terima. Tapi Pak Cah Deni tak punya pilihan selain bangkit dan mencoba lagi.
Meski tubuhnya seakan menolak, Pak Cah Deni terus berusaha mengendalikan dirinya sendiri menahan gemetar, menahan sakit, demi bisa tetap berjualan dan menghidupi keluarganya. Ia tahu, jika ia berhenti, keluarganya ikut terhenti.
Hari ini jatuh, Besok jatuh lagi, Rugi lagi, dan itu terus berulang.
Namun satu hal yang tak pernah jatuh adalah tekadnya sebagai kepala keluarga.

Pak Cah Deni tidak meminta banyak. Ia hanya ingin kesempatan untuk berjuang tanpa harus terus-menerus kalah oleh kondisi tubuhnya sendiri. Bantuan kita bisa menjadi penyelamat untuk meringankan beban hidupnya, menutup kerugian dagangan, dan memberi harapan agar keluarganya tetap bertahan.
🤝 #KerabatPeduli, yuk bantuin Pak Cah Deni lewatin masa sulitnya. Uluran tanganmu bisa jadi alasan Pak Cah Deni tak perlu jatuh sendirian lagi.
💛 Bersama, kita bantu satu keluarga bertahan satu kebaikan di setiap langkah.

![]()
Belum ada Fundraiser