
Kaki Pak Ajang tidak lagi mampu menopang tubuhnya. Tulang di kedua kakinya hancur akibat ditabrak mobil pada tahun 2021. Sejak kecelakaan itu, ia tidak bisa berjalan, bahkan tangan kanannya juga remuk. Tanpa biaya untuk rumah sakit, ia hanya mengandalkan pengobatan dari ahli tulang tradisional. Namun, hingga kini tak ada perubahan berarti.

Tubuhnya sudah empat kali mengalami patah tulang di kedua kaki. Terakhir, tiga bulan lalu, ia kembali terjatuh dan kakinya patah lagi. Kini, untuk berpindah tempat, Pak Ajang harus sesekali mengesot dan mengikat kedua kakinya agar tidak bergeser. Kondisi ini tak menghalanginya untuk tetap bekerja. Setiap hari, pagi hingga malam, ia menjajakan tisu di depan pom bensin pinggir jalan raya.

Setiap hari, ketiga anaknya menjadi alasan Pak Ajang untuk terus bertahan. Ia ingin tetap menafkahi mereka dengan tangannya sendiri, meski tubuhnya tak lagi sempurna. Keinginannya sederhana, memiliki warung kecil, agar bisa berjualan tanpa harus mengesot dan menahan sakit setiap hari. Dengan warung kecil, ia bisa tetap mencari nafkah tanpa harus mengorbankan keselamatan nyawanya.
Kerabat, mari bantu Pak Ajang berdiri kembali lewat usaha yang lebih layak. Yuk, bantu wujudkan warung impian Pak Ajang agar ia tak perlu ngesot lagi saat berjualan.

![]()
Belum ada Fundraiser