Duduk termenung ditepi sebuah gang kecil sambil memangku sebuah kotak kusam berisikan seekor burung. Saat kami hampiri dan bertanya pada beliau, dengan susah payah beliau menjawab "Jualan burung, sudah hampir 2 bulan belum laku ..."

Ternyata beliau seorang tunawicara, dikampungnya dipanggil dengan sebutan Mang Amin yang sehari harinya berjualan burung keliling kampung.
Hidup dengan keterbatasan fisik tak membuat Mang Amin (42th) warga Pameungpeuk, Garut pasrah dan meratapi nasib. Meski tunawicara dan kaki sedikit pincang sejak kecil, beliau tetap berusaha cari nafkah demi bisa menghidupi ibunya dengan berjualan burung keliling kampung.

Bermodal selembar tulisan tangan diatas sangkar, Mang Amin berharap ada yang membeli burung yang ia jual. Malang, hampir 2 bulan belum juga ada pembelinya. Sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat Mang Amin hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan burung yang penghasilannya tak menentu.
Perjuangan Mang Amin tidak sebanding dengan yang didapatkan. Mang Amin harus keluar masuk hutan dengan berbagai resiko untuk mendapatkan burung yang akan beliau jual. Jika kurang beruntung, beliau harus rela berhari-hari di dalam hutan untuk memperoleh hasil tangkapan.
Hebatnya,semangat Mang Amin tak pernah pudar. Hinaan dan cacian bukan masalah besar bagi beliau. Namun yang selalu membuatnya bersedih karena belum bisa membahagiakan sang ibu. 
Mang Amin belum pernah menikah dan hanya hidup bersama ibunya di sebuah rumah panggung sederhana. Atap bocor, dinding rapuh dan tidur bahkan tak beralas kasur.
"Rumah sudah reyot, kalau hujan ya pastinya bocor. Pengen diperbaiki tapi uang dari mana? Untuk makan aja kami susah. Tapi alhamdulillah masih ada saudara dan tetangga yang membantu kami untuk bisa makan" Ujar Sang Ibu

Mang Amin begitu sayang pada ibunya. Beliau rela menahan lapar agar sang ibu bisa makan. Setiap hari beliau meminta maaf kepada ibunya karena burung yang beliau jual tak kunjung laku.
Orangbaik, dampingi perjuangan Mang Amin yang penuh keterbatasan agar bisa mewujudkan harapannya Yuk! Jangan lupa bagikan informasi ini agar semakin banyak bantu Mang Amin.

Salam Hangat
Ruang Kita Peduli
Instagram, Facebook, Tiktok: @ruangkitapeduli
website: ruangkitapeduli.org
Baca selengkapnya ▾