

Dengan tertatih, Mak Yaya (66 tahun) tetap keliling membawa dagangan keripiknya dari rumah ke rumah. Kakinya mengalami polio sejak kecil, membuat setiap perjalanan terasa jauh dan melelahkan. Namun, ia tetap berangkat, karena hanya itu satu‑satunya cara bertahan hidup

Mak Yaya tidak memiliki anak dan kini tinggal bersama adik serta ibunya yang sudah sepuh. Ibunya menjadi tanggungan utama yang harus ia rawat dan penuhi kebutuhannya. Dalam sunyi dan keterbatasan, Mak Yaya menjadi tulang punggung keluarga kecil ini

Sudah lima tahun Mak Yaya berjualan keripik, dari awalnya menjual milik orang lain hingga kini memproduksi sendiri. Semua proses dikerjakan manual dengan tangannya, membuat tubuhnya sering sakit dan kelelahan. Meski fisiknya kian melemah, ia tidak punya pilihan selain terus bekerja
Penghasilan Mak Yaya hanya sekitar Rp30.000 per pekan, bahkan kerap harus mengikhlaskan dagangannya tak dibayar. Meski tubuhnya renta dan kaki yang sejak kecil terkena polio sering nyeri, ia tetap berjalan jauh setiap hari demi merawat ibunya dan bertahan hidup
Mari bantu Mak Yaya bertahan. Sedikit kebaikan darimu bisa menguatkan langkahnya di masa tua


![]()
Belum ada Fundraiser