

Tanpa lelah, Nek Wati menggendong Kustian (10th) dari satu kampung ke kampung lain sambil berjulan kerupuk keliling. Bukan bermaksud untuk menambah rasa iba, namun cucu satu-satunya yang menderita Epilepsi itu tak bisa ditinggal sendirian.

Sejak usia 6 bulan, epilepsi dan Thalasemia telah bersarang di tubuh Kustian. Rentetan kejang, kelelahan, hingga pucat pasi terus menyambangi dan lemahkan tubuh belia Kustian.

Kemampuannya terhambat. Tak kunjung lancar berkomunikasi, ia habiskan masa kecilnya di rumah. Tangan kirinya berakhir sulit digerakkan karena kerusakan saraf akibat penyakitnya itu.

Saat Kustian butuh sosok penguat, sang ibu berpulang lebih dulu karena serangan jantung. Hingga tak lama berselang, menyusul sang ayah yang memilih kabur dan tak pernah kembali.
Kini tersisa Nek Wati yang Kustian punya. Dengan tenaga tersisa Nek Wati berusaha menyambung hidup dan mengobati cucunya lewat jualan kerupuk keliling.

#OrangBaik, melalui kepedulian kita, perjuangan Nek Wati dan Kustian tak akan terasa sulit. Yuk, bersama bantu Kustian melewati masa kritisnya lawan 2 penyakit berbahaya, dengan cara:

Salam Hangat
Ruang Kita Peduli
Instagram, Facebook, Tiktok: @ruangkitapeduli
website: ruangkitapeduli.org
![]()
Belum ada Fundraiser