
Di usia 75 tahun dengan kondisi fisik yang kian merapuh, Abah Yayat terpaksa harus terus berjalan kaki memikul beban berat demi menyelamatkan masa depan cucunya dari ancaman putus sekolah.

Mata kiri Abah mengalami cacat fisik akibat penyakit ptosis (kelopak mata turun) setelah dipatuk ayam, yang membuat penglihatannya sangat terganggu. Keadaan ekonomi yang sangat terbatas membuat Abah tidak pernah berobat ke rumah sakit. Di tengah keterbatasan fisiknya ini, Abah dipaksa terus berjalan kaki memikul beban berat dari jam 8 pagi hingga 5 sore demi menjajakan rujak keliling.

Cucunya menjadi tanggungan Abah sejak kedua orang tuanya bercerai. Akibat kemiskinan ekstrem ini, biaya sekolah sang cucu kini menunggak, dan Abah terjerat utang ke warung-warung hanya demi bisa membawa pulang beras untuk makan. Untuk menyambung hidup, sang istri bahkan terpaksa ikut bekerja buruh menanam padi dengan upah Rp50.000, itu pun jika ada ajakan kerja.
Demi menghemat uang agar bisa membeli beras untuk keluarga di rumah, Abah rela menahan lapar di jalanan sampai terpaksa mengikat kuat perutnya menggunakan kain untuk mengganjal rasa perih. Pahitnya lagi, Abah pernah mengalami nasib malang, uangnya hilang tercecer di jalan sebanyak Rp200.000, buatnya sedih sekaligus bingung karena rencananya uang itu akan digunakan untuk bayar sekolah sang cucu sekaligus beras dirumah.
“Gak apa-apa, rezeki barangkali cuma segitu. Kalau ada orang yang minta rujak tapi gak punya uang, Abah selalu ikhlas kasih gratis buat sedekah,” ucap Abah Yayat lirih.
Abah Yayat tegar sekali. Di balik senyum ikhlasnya, ada hati yang mulia dan gurat lelah mendalam dari seorang lansia yang memikul harapan besar agar bisa melunasi utang warung serta memiliki gerobak jualan yang lebih layak.

Tidak sepantasnya Abah Yayat menjalani masa tua seberat dan sekeras ini sendirian dalam keterbatasan fisik. Ruang Kita Peduli mengajak teman-teman semua untuk ikut mengulurkan tangan dan meringankan beban hidup yang dipikul Abah.
Yuk, sisihkan sedikit rezeki terbaik kita hari ini agar tunggakan sekolah cucu Abah Yayat bisa terbayar, kebutuhan pangan rumahnya terpenuhi, dan Abah bisa mendapatkan modal usaha yang lebih layak.

![]()
Belum ada Fundraiser