

Di usia 14 tahun, Dewita menjalani hari yang berbeda dari anak seusianya. Sepulang sekolah, ia tidak langsung beristirahat, melainkan berkeliling menjajakan rengginang hingga menjelang magrib demi membantu keluarganya.

Sejak ayahnya meninggal, ibunya hanya bekerja sebagai buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi itu membuat Dewita ikut mengambil peran, meski harus mengorbankan tenaga dan waktunya di usia yang masih sangat kecil.

Apalagi di rumah, neneknya yang mengalami stroke butuh pengobatan dan perawatan. Kebutuhan keluarga pun semakin besar, sayangnya penghasilan tidak menentu, bahkan seringnya tidak laku sama sekali
Tak jarang Dewita pulang sambil menahan lelah dan khawatir sendirian. Ia tahu, keluarganya bergantung pada setiap usaha kecil yang ia lakukan. Di sisi lain, Dewita tetap berjuang agar bisa terus sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik, walau terasa begitu berat.
“Dewita sayang ibu dan nenek, nggak apa-apa harus terus jualan, yang penting nenek bisa berobat, keluarga bisa terus bertahan” ucapnya lirih

Yuk bantu Dewita, seorang anak yatim yang sedang berjuang. InsyaAllah, setiap bantuan yang kita berikan bisa menjadi jalan keberkahan untuk hidup kita. Mari ringankan langkahnya agar ia bisa tetap sekolah, keluarganya bertahan, dan neneknya mendapat pengobatan yang layak.


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik