
“Kadang sedih lihat teman-teman kalau pulang sekolah bisa cerita ke Ayah atau diajarin sesuatu sama Ayah. Tapi gimana lagi, Ayah sudah pergi dan nggak tahu ke mana.”

Ailang sekarang sudah duduk di kelas 6 SD. Sudah sekitar tujuh tahun ia menjalani hari-harinya tanpa kabar dari sang ayah yang pergi bekerja ke luar kota. Meski begitu, Ailang tetap berusaha menjalani hari dan tumbuh menjadi anak yang mandiri. Setiap subuh, Ailang membantu ibunya menyiapkan gorengan untuk dijual. Setelah itu, ia berkeliling menawarkan dagangan sebelum berangkat sekolah, bahkan terkadang kembali berjualan setelah pulang sekolah. Bukan karena Ailang tidak ingin bermain seperti teman-temannya, ia hanya ingin membantu ibunya sekaligus memastikan dirinya tetap bisa bersekolah.

Perjuangan itu juga harus Ailang jalani bersama ibunya yang memiliki penyakit lambung dan kerap kambuh. Saat sakitnya datang, rasa nyerinya bisa sangat hebat hingga membuat tubuh Bu Syahidah kejang, tetapi ia tetap berusaha bangun dini hari untuk membuat gorengan. Sayangnya, hasil jualan mereka sering kali hanya cukup untuk membeli bahan dagangan kembali dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Meski hidupnya tidak mudah, Ailang tetap berusaha mencari rezeki dengan cara yang baik.
Ia bahkan pernah mengalami kejadian yang membuat hatinya terluka ketika niatnya membantu mencari uang milik teman yang hilang justru membuatnya dituduh mengambil uang tersebut. Namun Ailang memilih memaafkan kejadian itu dan kembali fokus pada sekolah, membantu ibu, serta mengejar masa depannya.
Tujuh tahun tanpa kabar ayah tentu bukan waktu yang sebentar bagi seorang anak. Di tengah semua yang harus ia jalani, Ailang hanya ingin terus sekolah dan membantu ibunya sebisanya, tanpa harus terlalu cepat kehilangan masa kecilnya. Yuk, bantu Ailang melewati masa sulit ini agar ia bisa terus sekolah, bantu kebutuhan keluarganya, dan punya kesempatan menatap masa depan dengan lebih baik.


![]()
Belum ada Fundraiser